Merti Dusun Wirogomo Meriah, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 41 Dukung Pelestarian Tradisi Wayang

waktu baca 2 menit
Sabtu, 2 Agu 2025 14:57 23 jatengvox

Jatengvox.com – Pertunjukan wayang kulit menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian acara Merti Dusun yang digelar di Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, Jumat malam (1/8).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga bagian dari pelestarian budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Dalam tradisi pewayangan Desa Wirogomo, terdapat filosofi yang erat kaitannya dengan peringatan sedekah bumi. Pada tahun 1960 hingga 1980-an, sebelum adanya kegiatan sedekah bumi, masyarakat sering mendengar suara gamelan dari arah gunung kelir. Hal ini membuat masyarakat Desa Wirogomo percaya fenomena tersebut sebagai isyarat akan datangnya sedekah bumi, dan dianggap sebagai pengingat dari alam bahwa masyarakat harus bersyukur atas hasil bumi yang mereka peroleh,” ujar Suwignyo.

Baca juga:  KKN Posko 79 Ikut Meriahkan Karnaval Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang HUT ke-80 RI

Wayang kulit yang ditampilkan malam ini dipersembahkan oleh grup seni Porboncono yang berasal dari Magelang.

Para pemain yang terlibat dalam pementasan berasal dari berbagai daerah, seperti Magelang, Temanggung, Wonosobo, hingga Semarang.

“Kalau soal cerita wayangnya, itu tergantung panitia. Ada permintaan atau tidak. Jadi tidak selalu sama setiap tahun,” ujar Batiyo, salah satu anggota grup Porboncono yang berperan sebagai penabuh sekaligus perapih alat-alat gamelan.

Meskipun pertunjukan wayang tidak selalu wajib digelar pada Merti Dusun, tradisi ini tetap hadir dalam berbagai hajatan masyarakat, seperti pernikahan atau khitanan.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Gelar Sosialisasi Anti Bullying dan Bijak Bermedia Sosial di MIN 5 Demak

Namun, untuk Merti Dusun, pertunjukan wayang hampir selalu diselenggarakan setiap tahunnya.

“Kalau untuk Merti Dusun seperti ini, biasanya ya pasti ada tiap tahun. Sudah jadi bagian dari tradisi,” lanjut Sebat.

Ia juga menambahkan bahwa grup Porboncono melibatkan sejumlah personel dalam setiap penampilannya.

“Yang main wayang ada beberapa orang termasuk Campursari berjumlah 25 orang, termasuk tim yang kirim alat,” jelasnya.

Malam pertunjukan ini diharapkan tidak hanya memberikan hiburan bagi warga, tetapi juga menjadi momen penting untuk mempererat kebersamaan, serta memperkuat nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat Desa Wirogomo.

Baca juga:  Mahasiswa KKN MIT 22 Posko 37 UIN Walisongo Laksanakan Pengajaran di TPQ Al-Khoiriyah Desa Kesongo
Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA