Berita  

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Dorong Digitalisasi UMKM melalui Pembuatan QRIS dan Google Maps

UMKM Desa
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 06 menyerahkan lembar cetak QRIS kepada salah satu pelaku UMKM dalam program pendampingan digitalisasi usaha di Desa Gempolsongo

Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Angkatan 86 Posko 06 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melaksanakan program pendampingan digitalisasi UMKM di Desa Gempolsongo, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak.

Program ini diwujudkan melalui pembuatan QRIS dan pendaftaran lokasi usaha pada Google Maps untuk beberapa UMKM desa, seperti Toko Adiba, Teras Jajan, usaha milik Ibu Masriah, Kedai Trisuta, dan beberapa pelaku usaha lainnya. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bertahap sejak awal hingga akhir Mei 2025.

Program ini bertujuan membantu pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung kegiatan usaha mereka. Selain itu, digitalisasi diharapkan dapat meningkatkan kemudahan layanan bagi pelanggan sekaligus memperluas jangkauan pemasaran usaha.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN mendampingi pelaku usaha dalam proses pendaftaran QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Gelar Sosialisasi Pubertas dan Pencegahan Pelecehan Seksual di SDN 01 Trayu

Mahasiswa membantu melengkapi persyaratan yang diperlukan serta memberikan penjelasan mengenai penggunaan QRIS dalam kegiatan transaksi sehari-hari.

Kehadiran QRIS memberikan alternatif pembayaran yang lebih praktis bagi pelanggan karena dapat digunakan melalui berbagai aplikasi pembayaran digital.

Program ini juga menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi keuangan yang semakin berkembang.

Dengan adanya QRIS, transaksi dapat dilakukan dengan lebih mudah, cepat, dan efisien.

Selain pembuatan QRIS, mahasiswa KKN juga membantu mendaftarkan lokasi usaha ke Google Maps agar lebih mudah ditemukan oleh masyarakat.

Keberadaan titik lokasi digital dinilai penting karena dapat membantu pelanggan mengetahui posisi usaha secara akurat. Melalui Google Maps, calon pelanggan dapat memperoleh informasi lokasi usaha hanya melalui pencarian di internet.

Baca juga:  Pemerintah Benahi DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran, Data Ganda hingga NIK Warga Meninggal Disisir

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan visibilitas UMKM sekaligus memperluas jangkauan konsumen. Dengan demikian, usaha yang sebelumnya hanya dikenal oleh masyarakat sekitar memiliki peluang untuk dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.

Program digitalisasi ini mendapatkan sambutan positif dari para pelaku UMKM. Pemilik Toko Adiba menyampaikan bahwa keberadaan QRIS memberikan kemudahan dalam melayani pelanggan yang ingin melakukan pembayaran secara digital.

“Sekarang pelanggan lebih mudah membayar menggunakan QRIS,” ujarnya.

Sementara itu, Ibu Masriah mengaku terbantu dengan adanya titik lokasi usaha di Google Maps. Menurutnya, keberadaan Google Maps membuat usahanya menjadi lebih mudah ditemukan oleh pelanggan yang ingin berkunjung.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 32 Gandeng PMI Kendal Gelar Donor Darah di Balai Desa Margosari

Melalui program ini, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan pendampingan teknologi kepada pelaku usaha, tetapi juga ikut berkontribusi dalam mendukung pengembangan UMKM berbasis digital di Desa Gempolsongo.

Kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mendampingi masyarakat menghadapi perkembangan teknologi. Mahasiswa berharap program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pelaku usaha di desa.

“Melalui program ini, mahasiswa berharap UMKM di Desa Gempolsongo dapat memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung perkembangan usahanya,” ujar salah satu mahasiswa KKN Posko 06.

Dengan semakin banyaknya UMKM yang memanfaatkan teknologi digital, diharapkan daya saing usaha lokal dapat terus meningkat dan berkembang di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *