Berita  

Menggali Potensi Pertanian Lokal, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Kunjungi Petani Bawang Desa Bakung

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang melakukan kunjungan langsung ke usaha budidaya bawang di Desa Bakung, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak.

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang melaksanakan kunjungan ke usaha budidaya bawang milik Bapak Margono di Desa Bakung, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, (5/6/26).

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat potensi pertanian lokal sekaligus mempelajari peran sektor pertanian dalam mendukung perekonomian masyarakat desa.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa berkesempatan melihat secara langsung proses budidaya bawang serta berdiskusi dengan Bapak Margono mengenai pemasaran, tantangan usaha, dan prospek komoditas bawang di wilayah Demak.

Usaha yang telah dijalankan selama kurang lebih lima tahun ini menjadi salah satu contoh usaha pertanian yang mampu bertahan dan berkembang di tengah berbagai tantangan sektor pertanian.

Bapak Margono menjelaskan bahwa hasil panennya dibedakan menjadi bawang segar dan bawang kering. Bawang segar umumnya lebih cepat terjual karena langsung dipasarkan ke pasar, sedangkan bawang kering memiliki permintaan yang relatif lebih rendah sehingga penjualannya cenderung lebih lambat.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ajak Siswa SD Negeri Pamriyan Bijak Bersosial Media

“Kalau bawang segar biasanya langsung dijual ke pasar karena lebih cepat terjual. Sedangkan bawang kering permintaannya tidak sebanyak bawang segar sehingga penjualannya cenderung lebih lama,” ujar Pak Margono.

Dalam hal pemasaran, Pak Margono mengaku tidak mengalami kesulitan berarti karena sebagian besar pembeli datang langsung ke lokasi untuk mengambil hasil panen. Sistem pemasaran tersebut dinilai cukup efektif dalam mendukung keberlangsungan usahanya.

Meski demikian, usaha budidaya bawang tidak terlepas dari berbagai risiko. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah tingginya curah hujan, terutama pada bulan Februari, yang dapat memengaruhi kualitas hasil panen.

Baca juga:  KKN Posko 15 UIN Walisongo Gelar Sosialisasi Cara Mencuci Tangan yang Benar di TK Maranata 

“Curah hujan yang tinggi menjadi salah satu kendala karena dapat menurunkan kualitas bawang yang dihasilkan,” jelas Pak Margono.

Lebih lanjut, Pak Margono menjelaskan bahwa bawang asal Demak memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan bawang dari daerah lain, termasuk Jawa Timur.

Jika bawang dari Jawa Timur dikenal memiliki ukuran yang lebih besar, maka bawang Demak unggul dari segi aroma yang lebih kuat serta daya simpan yang lebih lama.

Selain memberikan kontribusi terhadap sektor pertanian, usaha bawang milik Pak Margono juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Seluruh tenaga kerja yang terlibat berasal dari warga lokal Desa Bakung, sehingga keberadaan usaha tersebut turut membantu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Dengan omzet yang dapat mencapai Rp200 juta hingga Rp300 juta, usaha ini menjadi salah satu potensi ekonomi yang menjanjikan di Desa Bakung.

Baca juga:  Mahasiswi KKN Moderasi Beragama UIN Walisongo Semarang Posko 06 Mengadakan Sosialisasi Bullying di Sekolah Dasar Negeri Sedayu

Koordinator Desa (Kordes) KKN UIN Walisongo, Muhammad Noor Rizqi, menyampaikan bahwa kunjungan ini memberikan wawasan baru kepada mahasiswa mengenai potensi agribisnis yang berkembang di lingkungan pedesaan.

“Melalui kunjungan ini, kami dapat belajar secara langsung mengenai proses budidaya, strategi pemasaran, hingga tantangan yang dihadapi petani. Hal ini memberikan pemahaman bahwa sektor pertanian memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat desa,” ujar Muhammad Noor Rizqi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo berharap potensi pertanian yang dimiliki Desa Bakung dapat terus berkembang dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi lokal yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *