Program Pondok Pesantren Ramah Anak di Jateng: Gus Yasin Targetkan Zero Bullying

waktu baca 2 menit
Kamis, 28 Agu 2025 09:05 36 jatengvox

Jatengvox.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah semakin serius mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman bagi generasi muda.

Salah satu langkah nyata yang kini digenjot adalah program Pondok Pesantren Ramah Anak, hasil kolaborasi Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah bersama United Nations Children’s Fund (Unicef) dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Klaten.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menegaskan, target besar dari program ini adalah tercapainya provinsi zero bullying.

Menurutnya, kasus perundungan masih kerap ditemukan di dunia pendidikan, termasuk di lingkungan pesantren.

“Kita dituntut untuk zero bullying di Jawa Tengah, baik di sekolah maupun di pesantren,” ujar tokoh yang akrab disapa Gus Yasin dalam Halaqah Pesantren Ramah Anak, Pesantren Aman dan Sehat, di Asrama Haji Transit Islamic Center Semarang, Rabu (27/8/2025).

Jumlah pesantren di Jawa Tengah memang tidak sedikit. Data mencatat ada 5.364 lembaga dengan total santri mencapai 520.014 orang.

Baca juga:  DPRD Jateng Sahkan Rencana Kerja 2026 dan Terima Laporan Reses Anggota Dewan

Dengan skala sebesar itu, Gus Yasin mengingatkan bahwa pesantren harus terbuka dan transparan apabila ada kasus perundungan atau tindakan yang melanggar hukum.

“Transparansi akan menjadikan meningkatnya kepercayaan publik terhadap lembaga pesantren,” tegasnya.

Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Saiful Mujab menambahkan, pihaknya telah membentuk dan mengukuhkan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Pesantren, langsung disaksikan oleh Wakil Gubernur.

Satgas ini nantinya akan bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota agar pengawasan lebih merata. “Kami ingin memastikan seluruh pesantren di Jateng benar-benar bisa menjadi lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Baca juga:  Jateng Percepat Integrasi Data Sosial Ekonomi! 22,3 Juta Warga Sudah Masuk Sistem DTSEN

Dukungan serupa datang dari Unicef. Kepala Perwakilan Unicef untuk Wilayah Jawa, Arie Kurnia, mengungkapkan bahwa sasaran dari sosialisasi program Pondok Pesantren Ramah Anak tidak hanya kepada santri, melainkan juga guru dan orang tua.

Edukasi kepada semua pihak dianggap kunci agar pesantren benar-benar mampu mewujudkan lingkungan yang sehat dan tanpa kekerasan.

“Kami mengapresiasi Pemprov Jateng yang komitmen dalam perwujudan program itu. Semoga semakin banyak pesantren yang mendeklarasikan diri menjadi ramah anak,” katanya.

Sementara itu, Gus Yasin menyampaikan apresiasinya atas sinergi lintas lembaga. Menurutnya, hadirnya Satgas dan dukungan dari berbagai pihak akan memperkuat pondasi pesantren sebagai ruang belajar sekaligus ruang pengasuhan yang aman.

Baca juga:  Gubernur Jateng Tinjau Perbaikan Jalan Todanan–Ngawen di Blora, Anggaran Capai Rp15,3 Miliar

“Pemerintah provinsi siap berkolaborasi untuk menyosialisasikan program ini agar semua pesantren bisa mencegah potensi kekerasan sejak dini,” tandasnya.

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA