Berita  

Hijaukan Lingkungan, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 2 Gelar Reboisasi di Desa Ngelowetan

mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 2 dengan perangkat desa dan ibu-ibu PKK Desa Ngelowetan saat menggelar aksi penanaman bibit sirsak.

Jatengvox.com – Guna meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan mencegah kerusakan ekosistem, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Posko 2 menggelar aksi reboisasi di Desa Ngelowetan, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, Selasa (2/6/2026). Dalam aksi ini, mereka menanam 40 bibit pohon sirsak.

Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari tersebut menyasar dua lokasi utama, yakni halaman Balai Desa Ngelowetan serta sejumlah titik di sekitar pemukiman warga.

Proses penanaman dilakukan secara kompak oleh mahasiswa KKN bersama perangkat desa dan ibu-ibu PKK setempat.

Baca juga:  Meriahkan Merti Dusun, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ikut Berpartisipasi dalam Kegiatan Pengajian Akbar

Seluruh bibit pohon sirsak ini diperoleh mahasiswa melalui pengajuan permohonan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Demak.

Koordinator Posko 2 menjelaskan, pemilihan lokasi didasari oleh kondisi geografis Desa Ngelowetan yang memiliki beberapa lahan kritis serta berkurangnya tutupan pohon di area tertentu.

Menariknya, aksi ini juga mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Di sela-sela penanaman, beberapa warga tampak antusias bertanya mengenai jenis pohon yang ditanam.

Mahasiswa KKN kemudian membagikan sisa bibit tanaman kepada warga untuk dirawat secara mandiri di pekarangan rumah mereka sebagai kenang-kenangan.

Baca juga:  Semangat Kartini Menggema di Seluruh Indonesia, Perempuan IDSurvey Perkuat Kolaborasi dan Transformasi Lewat Maheswari Sisterhood Day 2026

Ketua PKK Desa Ngelowetan, Ibu Sofiyanti, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif para mahasiswa.

“Kami berterima kasih kepada anak-anak KKN yang sudah melakukan reboisasi. Diharapkan Desa Ngelowetan semakin hijau, pohonnya memberikan manfaat di masa depan, serta menjadi contoh bagi desa lain dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ungkap Sofiyanti.

Melalui penghijauan ini, bibit-bibit pohon yang ditanam diharapkan dapat tumbuh subur sebagai penyimpan cadangan air sekaligus pendorong kesadaran warga untuk menjaga keasrian lingkungan desa.

Penulis: Tim Mahasiswa KKN Reguler 86 Posko 2 UIN Walisongo Semarang

Baca juga:  Garuda Spark Bandung Jadi Katalis Startup Lokal, Menkomdigi Sebut Sudah Lahirkan 10 Perusahaan Rintisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *