Tak Bisa Ditoleransi! Mamah Dedeh Tegaskan KDRT Bukan Bagian dari Islam

Jatengvox.com – Pernahkah kita mendengar kisah seseorang yang memilih bertahan dalam rumah tangga meski mengalami kekerasan?

Dengan alasan menjaga kehormatan keluarga, banyak korban KDRT memilih diam dan menerima perlakuan buruk yang seharusnya tidak mereka terima.

Namun, pandangan ini mendapat sorotan tajam dari pendakwah kondang, Mamah Dedeh.

Belakangan ini, nama Mamah Dedeh kembali mencuat di media sosial, terutama di platform X (Twitter).

Ceramahnya tentang KDRT menarik perhatian warganet, bahkan mendapat lebih dari 758,6 ribu tayangan.

Berbeda dengan sebagian pandangan yang menganggap masalah rumah tangga harus diselesaikan secara diam-diam, Mamah Dedeh menegaskan bahwa kekerasan dalam rumah tangga bukanlah aib yang harus ditutup-tutupi, melainkan tindakan kriminal yang harus dihentikan.

Baca juga:  Ahmad Dhani Kagumi Hindia: Bukti Selera Musiknya Tak Lekang oleh Waktu

“Kita punya hak dengan tubuh kita. Sakit saja wajib berobat. Iya atau iya?” ujar Mamah Dedeh dalam salah satu ceramahnya.

Dengan gaya khasnya yang lantang, beliau mengingatkan bahwa Islam mewajibkan setiap individu untuk menjaga kesehatan dan keselamatan diri.

Dalam kesempatan lain, beliau menyampaikan bahwa perempuan tidak boleh pasrah jika menjadi korban kekerasan.

“Kalau ada seorang istri saya bertahan biarin digebukin tiap hari, Ma. Biarin ditendangin tiap hari, asalkan anak-anak bisa belajar benar, malu sama orang lain kalau diceritain, maaf itu sangat-sangat salah,” katanya dengan tegas.

Menurutnya, membiarkan diri terus-menerus mengalami kekerasan berarti menghancurkan diri sendiri.

“Kalau kita tahu kalau dipukul itu bonyok, tahu sakit, dan kita diam saja itu artinya menghancurkan diri kita. Salah itu dalam Islam karena dalam Islam wajib memelihara kesehatan tubuh,” tambahnya.

Baca juga:  Terungkap Rahasia Veronika Krasnasari Tampil Cantik dengan Produk Vegan dan Fesyen Berulang

Selain mengingatkan korban untuk tidak diam, Mamah Dedeh juga memberi pesan keras kepada para pelaku KDRT, terutama suami yang merasa berhak bertindak sewenang-wenang dalam rumah tangga.

“Jangan merasa saya laki-laki, wajib nurut sama laki-laki, laki yang mana dulu? Yakni laki yang paling sempurna imannya, orang yang paling baik akhlaknya, suami yang sayang dan penuh perhatian kepada istrinya,” tegasnya.

Pernyataan Mamah Dedeh ini mendapat banyak pujian dari warganet. Banyak yang mengapresiasi keberaniannya dalam menyuarakan hak-hak perempuan dan menentang kekerasan dalam rumah tangga.

Baca juga:  Richard Lee Resmi Mualaf, Ustadz Derry Sulaiman: Sekarang Lagi Belajar Salat

Di tengah banyaknya pandangan yang masih menganggap KDRT sebagai urusan pribadi yang harus diselesaikan tanpa campur tangan pihak luar, ceramah Mamah Dedeh hadir sebagai pengingat bahwa tidak ada alasan untuk membiarkan kekerasan terjadi.

Pada akhirnya, rumah tangga seharusnya menjadi tempat yang penuh kasih sayang dan rasa aman, bukan ajang untuk menunjukkan kekuasaan atau melampiaskan emosi dengan kekerasan.

Apa yang disampaikan Mamah Dedeh ini menjadi tamparan bagi siapa saja yang masih menormalisasi kekerasan dalam rumah tangga.

Jadi, jika ada seseorang di sekitar kita yang mengalami KDRT, jangan diam. Karena diam bukan solusi, justru bisa memperparah keadaan.***

Pos terkait

iklan